BERSERAH DALAM RENCANA ALLAH
(Massorongan Tama Tanan penaanNa Puang Matua)
Bacaan 1 : Kejadian 15:1-12
Bacaan 2 : Filipi 3:17-4:1
Bacaan 3 :Lukas 13:31-35 (Bahan Utama)
Pendahuluan
Sidang jemaat yang
dikasihi Tuhan.....Marilah saya ajak kita sekalian sejenak untuk berimajinasi.
Pertama, jika jalanan yang hendak Anda lalui berlubang dan
rusak, apakah yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan tetap melaluinya atau
menghindar dan mencari jalan yang lebih mulus dan lebih baik? Takut terjatuh
Kedua, jika pada suatu ketika Anda terpaksa dihadapkan
dengan pilihan antara masuk mendaftar kerja dengan jalur umum
yang mungkin penuh dengan banyak proses,tes atau apalah yang penuh
kesengsaraan atau menggunakan jalan pintas tanpa mengikuti tes masuk—melalui uang sogokan atau uang pelicin, maka
manakah yang Anda pilih? Tetap
sengsara melalui
prosesnya atau menggunakan
jalan pintas?
Karna takut tidak lolos.
Ketiga, manakah yang Anda pilih; memiliki pasangan yang
sehat, cantik/ganteng, mapan,yang sesuai ekspektasi / harapan
atau memiliki pasangan yang sakit-sakitan, buruk rupa, dan miskin pula? Tentu pilihan dijatuhkan kepada pasangan yang
sesuai dengan harapan kita bukan?!
Namun,
rangkaian perjalanan hidup tak dapat diduga....Bisa
jadi pasangan yang semula sesuai dengan harapan kita, seketika berubah menjadi jauh lebih buruk; awalnya sehat
dan menarik, kini menjadi sakit-sakitan dan lusuh.Semula langsing atau tegap
dan penuh perhatian, kini menjadi gemuk, cuek dan cerewet. Nah, jika hal semacam itu terjadi, maka apakah
yang Anda lakukan? Akankah Anda tetap setia atau lari menghindar dan mencari
pasangan baru?
Isi
Hal-hal seperti inilah yang seringkali hadir dan menjadi ketakutan atau
kekhawatiran tersendiri bagi kita, mengapa?? Karena Faktanya saudara-saudara yang
sama dikasihi Tuhan, adalah
tidak ada seorang pun yang akan memilih untuk
mendapatkan hal yang buruk yang menyebabkan ketakutan
di dalam hidupnya. Secara alamiah kitamemiliki kecenderungan untuk menghindar
dari segala hal yang menyengsarakan dan tidak menyenangkan.
Di dalam kitab Kejadian, Tuhan Allah menjanjikan
Abram untuk memiliki keturunan. Namun ketika janji Tuhan Allah tak kunjung
terwujud, Abram tampak kehilangan kesabaran dan memilih untuk mencari jalan sendiri. Bagi seorang
laki-laki yang hidup dalam konteks Mediterania, kondisi tanpa anak merupakan
aib yang menyengsarakan dan sama sekali tak menyenangkan. Itulah alasan yang
mendasari inisiatif Abram untuk mengambil Hagar, hamba istrinya, sebagai gundik
yang melahirkan anak baginya. Abram berupaya menghindar dari hal yang tak
menyenangkan. Ia berusaha lari dari penderitaan dan berinisiatif mencari jalan
keluarnya sendiri. Selain itu,Abram juga
dilanda keraguan. Semula ia percaya pada pimpinan Tuhan Allah yang mengajaknya
keluar dari Ur-kasdim menuju tanah
yang dijanjikan Tuhan, tetapi kemudian ia meragukan janji-Nya, “Ya
Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan
meninggal dengan tidak mempunyai anak…,” demikian gugatnya.
sementara Di dalam Injil Lukas, hal yang berbeda diperlihatkan oleh Tuhan Yesus.
Dikisahkan bahwa orang Farisi yang ingin mengusir Tuhan Yesus dari Yerusalem, memilih menggunakan logika
teror dan menebar ancaman bahwa Tuhan Yesus akan
dibunuh oleh Herodes, yang disebut-Nya
sebagai sang serigala. Orang Farisi mengandaikan bahwa melalui teror yang
mereka tebar, Tuhan Yesus pasti akan
takut, dan memilih lari, menjauh, dan menghindar
dari Yerusalem demi menyelamatkan diri. Akan tetapi yang terjadi ??
saudara-saudara
yang dikasihi Tuhan, Ternyata justru
sebaliknya. Tuhan Yesus yang telah memperlihatkan kesejatian identitas-Nya
selaku Tuhan dalam Lukas 9:28-36, justru
menolak lari dan menghindar dari kesengsaraan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa
tujuan yang diemban-Nya justru terpenuhi ketika Ia mati di Yerusalem. Sang
Mesias yang mulia justru harus menderita dan mati, sebab dengan merengkuh
sengsara kematian, tujuan kedatangan-Nya yang diabdikan untuk menghidupkan dan
menyelamatkan dunia dapat terpenuhi (ayat 32-33). Selaku warga kerajaan surga (Filipi 3), kita tidak
bebas dari permasalahan, tantangan ketakutan.
Sangat mungkin “serigala-serigala” dalam beragam bentuk datang untuk mencabik dan menorehkan luka yang
menyengsarakan kehidupan kita. Status sebagai warga kerajaan surga tidak begitu
saja membuat kita bebas dari keringkihan dan rasa tak-berdaya. Tuhan Yesus sang
soter (Juruselamat)
saja mengalami kematian di kayu salib,apalagi kita selaku anak-anak-Nya. Kita
juga rentan tergolek lemah tak berdaya dan mengalami kekalahan saat
diperhadapkan dengan bengisnya taring serigala. Akan tetapi saudara-saudara yang sama dikasihi Tuhan, mari kita belajar untuk tidak
menghilangkan pengharapan. Kristus Yesus yang kita sembah, adalah pribadi yang
kedaulatan-Nya mengatasi semuanya dan kuasa-Nya dapat menaklukkan segala
sesuatu pada diri-Nya (ayat 21).Sehingga, manakala jalan yang terhampar di hadapan
kita lekat dengan derita, dan penuh lubang
derita, maka jangan pernah takut untuk menjalaninya.
Penutup
Saudara sidang Jemaat
Tuhan, Tatkala pilihan untuk melakukan hal yang
baik dan benar justru tampak menyengsarakan diri kita, tetap bertekunlah
dan jangan melarikan diri darinya.Jangan sekadar mengikut hukum atau logika
hasil rumusan manusia melainkan teguh dan
berpeganglah pada kasih karunia serta janji keselamatan Allah Bapa di dalam
Kristus Yesus (Filipi 4:1). ingatlah kisah Abraham,
yang mengajarkan bahwa orang yang benar ialah orang yang menaruh dan
mempercayakan masa depan rencana hidupnya secara total
di dalam rancangan
tangan kuasa Tuhan,
walaupun segala sesuatu tampak gelap menakutkan
dan tak terdapat kepastian sedikitpun, sebab semuanya indah pada waktu-Nya. Amin.
Saat
Teduh
Ketakutan seringkali mengalahkan kebenaran, apalagi jika
ketakutan itu disebabkan oleh penguasa yang bengis dan kejam, seperti herodes,.
Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita tidak perlu takut terhadap kuasa.
Ketakutan membuat kita tidak bisa melihat Tuhan dan sebaliknya bila kita
melihat Tuhan kita tidak perlu takut. Semoga kita selalu melihat Tuhan yang
berkarya sehingga kita tidak perlu merasa takut akan banyak hal yang ada
disekitar kita.Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar